Minggu, 17 November 2019

Belajar Kontrol

TEORI DASAR PENGENDALI KONVENSIONAL

A.  Definisi Sistem Kendali

Sistem kendali atau biasa disebut dengan system kontrol adalah gabungan dari beberapa komponen yang membentuk suatu sistem kerja sesuai dengan keinginan
B.  Komponen – Komponen Sistem Kendali

1.  Komponen input

2.  Komponen proses

3.  Komponen output

Untuk membentuk sebuah sistem kontrol, minimal terdapat komponen input dan output.
C.  Komponen Input
Komponen input adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk memberikan sinyal masukan untuk diproses dibagian proses. Yang termasuk dalam komponen input diantaranya adalah berbagai jenis saklar dan  berbagai jenis sensor. Sinyal yang dikirim berupa sinyal - sinyal digital yang dihasilkan oleh aliran arus listrik. Saklar adalah peralatan input yang biasa digunakan untuk mengalirkan dan memutuskan arus listrik sedangkan sensor bisa dikatakan sebagai peralatan yang merubah besaran phisik menjadi besaran listrik berupa denyut - denyut pulsa listrik. Komponen input yang biasa digunakan dalam system pengendali konvensional diantaranya adalah : 

1.    Push Button

Push button atau yang biasa disebut juga dengan tombol tekan adalah jenis saklar yang cara kerjanya dengan ditekan. Jenis push button secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu push button NO, push button NC dan push button NCNO.

v Push Button NO

NO merupakan singkatan dari Normaly Open yang artinya terbuka. Berarti push button NO adalah jenis push button yang dalam keadaan normal ( tidak bekerja ) kondisi kontaknya adalah terbuka ( NO ). Jika ditekan, maka kondisi kontaknya akan berubah menjadi tertutup ( NC ). Tombol ini biasa digunakan untuk mengalirkan arus listrik ( on ), dan umumnya tombol ini berwarna hijau.

 


 


 

 

 

 

 

  Simbol PBNO                        Berbagai Macam Bentuk Push Button

 

v Push Button NC

NC merupakan singkatan dari Normaly Close yang artinya tertutup. Berarti push button NC adalah jenis push button yang dalam keadaan normal ( tidak bekerja ) kondisi kontaknya adalah tertutuo ( NC ). Jika ditekan, maka kondisi kontaknya akan berubah menjadi terbuka. Tombol ini biasa digunakan untuk memutuskan arus listrik ( off ) dan umumnya berwarna merah


 

 

 

 

Simbol PBNC

 

v Push Button NCNO

Push Button jenis ini merupakan gabungan antara PBNO dan PBNC. Pada push button PBNCNO terdapat dua kontak sekaligus, yaitu kontak NC dan kontak NO. Push button ini dapat dipakai untuk mematikan rangkaian ( gunakan kontak NC-nya ) atau untuk menyalakan rangkaian ( gunakan kontak NO – nya ).


 

 

 

 

 

Simbol PBNCNO

 

2.    Limit Switch

Adalah peralatan input ( jenis saklar ) yang biasa digunakan untuk mengatur sebuah level ( ketinggian, jarak dll ). Sebuah limit switch terdiri dari 3 kaki, yaitu common         ( com ), NC dan NO.

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

                              Jenis – jenis limit switch                  Simbol limit switch                                     

3.    Emergency Switch

Adalah sebuah saklar kunci yang biasa digunakan untuk mematikan rangkaian jika terjadi keadaan darurat.

 



 

 


 

 

 

                                                           Simbol Emergency Switch

 

d.  Komponen Proses

Peralatan proses adalah sebuah peralatan yang berfungsi unutk memproses sinyal masukan yang dikirim oleh peralatan input yang kemudian hasil pemrosesannya akan ditampilkan oleh peralatan output.

 

1.  Kontaktor

Kontaktor adalah sebuah saklar mekanik yang sistem kerjanya berdasarkan induksi magnet. Kontaktor biasa digunakan untuk keperluan mesin – mesin industri yang dalam hal ini difungsikan untuk menjalankan motor – motor listrik. Sebuah kontaktor terdiri dari 3 bagian utama, yaitu :

 

v  Coil

Coil adalah bagian dari kontaktor yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.

v  Kontak Bantu

adalah bagian dari kontaktor yang digunakan untuk keperluan kontrol rangkaian. Jenis dari kontak bantu ada yang NC ada yang NO.

v  Kontak Utama

Adalah bagian dari kontaktor yang berfungsi untuk mengalirkan arus ke beban ( motor listrik ). Jenis dari kontak utama adalah NO.

 

 


 

 

 


 

 

 

 

 

 

Jenis – jenis kontaktor                                              Simbol kontaktor

 

2.  Relay

Relay saklar mekanik yang prinsip kerjanya berdasarkan induksi magnet. Relay hampir sama dengan kontaktor. Relay biasanya digunakan untuk kontrol mesin industri dengan arus yang kecil. Sebuah relay terdiri dari :

v  Coil

Coil adalah bagian dari relay yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.

v  Kontak

adalah bagian dari relay yang digunakan untuk keperluan kontrol rangkaian. Jenis dari kontak bantu ada yang NC ada yang NO.

 



 

 

 

 

 

 

       Relay DC                     Relay AC                                  Simbol relay

 

3.  PLC

PLC singkatan dari Programmable Logic Control adalah salah satu peralatan kontrol yang berfungsi untuk merubah bahasa – bahasa logika menjadi sebuah program kontrol.  PLC banyak sekali digunakan untuk mengontrol mesin – mesin industri. Keuntungan dari PLC diantaranya adalah :

v  Mudah dalam melacak gangguan

v  Mudah dalam melaksanakan perbaikan

v  Mudah dalam mendesain sebuah sistem kontrol

Sebuah PLC terdiri dari komponen utama yaitu : CPU, memori, bagian input dan bagian output.

 

 


 

 

 

 

 

 

 

4.  TDR

TDR singkatan dari Time Delay Relay  atau biasa disebut dengan saklar penunda waktu. TDR sering disebut dengan timer. Saklar ini berfungsi sebagai saklar  penunda waktu pengontakkan. Susunan kaki – kakinya sama dengan relay. Sistim kerjanya adalah, ketika coil diberi sumber tegangan, maka kontak – kontak pada TDR tidak langsung berubah kedudukannya, melainkan menunggu settingan waktunya.  TDR  biasa digunakan untuk sistem – sistem kontrol yang yang membutuhkan waktu penundaan seperti, lampu lalu lintas, lampu reklame, mesin – mesin industri dan lain sebagainya.



 

 

 

 


 

 

 

 

 

Simbol TDR

 

e.  Komponen Output

Peralatan output adalah sebuah peralatan yang berfungsi menampilkan hasil pengolahan data dari peralatan proses.

1.   Pilot Lamp

Pilot lamp biasa disebut dengan lampu indikator. Lampu ini berfungsi untuk menandakan beberapa kondisi yaitu :

v  Kondisi stand by, adalah sebuah kondisi dimana mesin siap untuk bekerja       ( merah )

v  Kondisi run ( bekerja ), adalah sebuah kondisi dimana mesin sedang bekerja   ( hijau )

v  Kondisi darurat ( emergency ), adalah sebuah kondisi dimana sesuatu bahaya sedang terjadi ( kuning )

 

 

 


 

 

 

 

 

                    Pilot Lamp                           Simbol pilot lamp

 

2.   Buzzer

Buzzer atau yang sering disebut dengan bel adalah sebuah peralatan output yang menghasilkan bunyi. Buzzer biasa dipakai untuk kondisi darurat yang dipasang bersamaan dengan lampu emergency.

 


 

 

 

 

 

                    Jenis – jenis buzzer                              Simbol buzzer

 

3.   Motor – motor listrik

Motor listrik adalah sebuah peralatan listrik yang merubah energi llistrik menjadi energi gerak. Motor listrik biasa dipakai untuk menggerakkan benda baik berputar, bergeser ( contoh : kipas angin, blender, mixer, conveyor dan lain sebagainya ). Dilihat dari power supplynya, ada motor listrik AC dan motor llistrik DC. Motor listrik AC terbagi menjadi motor listrik 1 phasa dan motor listrik 3 phasa. Pada motor listrik 3 phasa terdapat enam terminal yang terbagi menjadi 3 terminal masukan ( dikodekan dengan huruf U,V dan W ) dan 3 terminal keluaran  ( dikodekan dengan huruf X,Y dan Z ).


 

 

0 komentar:

Posting Komentar