Senin, 26 November 2018

Sedikit Gambaran industri & Perusahaan

DUNIA INDUSTRI

Test Pembukaan blogger tentang teknik industri,Secara umum industri terdiri dari banyak kelompok ada industri Otomotif, farmasi, tekstil, garmen, makanan& minuman,manufakturing dan masih banyak lagi,saya tidak akan menjelaskan semua kelompok2 tersebut,karna terlalu banyak dan terlalu luas.
Didalam sebuah sektor industri Terdapat banyak perusahaan-perusahaan yang berdiri dan beroprasi sesuai sektor masing-masing untuk menghasilkan barang ataupun jasa yang memiliki nilai jual dan menguntungkan demi kepentingan perusahaan masing-masing .

Dalam sebuah organisasi perusahaan terdapat banyak bagian-bagian tersendiri dimana masing - masing bagian memiliki peranan dan tugas khusus untuk menghasilkan suatu barang atau pun jasa, Bagian-bagian tersebut saling terkait satu sama lain seperti mata rantai. Saya akan coba sedikit memberi gambaran bagian- bagian pada suatu perusahaan :
  1. Management Representative (MR).
  2. Customer Representative (CR)
  3. Management Information System (MIS)
  4. Sales (SLS)
  5. Customer Support & Administration (CSA)
  6. Project Management Office (PMO)
  7. Product Engineering (PRE)
  8. Production Preparation (PPR) 1)
  9. Quality Assurance (QAS)
  10. Maintenance (MTC)
  11. Production Engineering (PRO)
  12. Kaizen (KAI)
  13. Production Plan & Control (PPC)
  14. Production (PRD)
  15. Purchasing (PUR)
  16. Warehouse (WHS)
  17. Human Resource & General Affair (HRG)
  18. Cost Management (CMA)
  19. Accounting (ACC)
Demikian sedikit gambaran tentang bagian dari perusahaan, bagian-bagian yang sudah disebutkan diatas hanya sebagai gambaran saja adapun istilah dan inisialisasi kemungkinan berbeda,masih banyak perusahaan- perusahaan lain memiliki bagian yang lebih banyak dan lebih kompleks.

Untuk gambaran tentang tugas dari masing- masing bagian saya akan coba menjelaskan.
A. Management Representative (MR)
  1.  Memastikan bahwa proses - proses dalam sistem manajemen mutu dan lingkungan ditetapkan, diterapkan dan dirawat.
  2.  Melaporkan kinerja sistem mutu dan lingkungan kepada top manajemen untuk tujuan review dan sebagai dasar untuk perbaikan sistem mutu dan lingkungan.
  3. Memastikan promosi mengenai pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan, dilaksanakan diseluruh jajaran organisasi.
  4. Berhubungan dengan pihak-pihak external yang terkait dengan sistem manajemen mutu dan lingkungan.
B. Customer Representative (CR)
  1. Mewakili kebutuhan pelanggan pada fungsi internal dalam hal persyaratan mutu dan lingkungan pelanggan seperti :
             a. Pengembangan desain produk.
             b. Menetapkan special characteristic.
             c. Menetapan target mutu.
            d. Tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap suatu masalah.
            e. Training-training yang diperlukan.
           f. Dan persyaratan pelanggan lainnya.
C. Management Information System (MIS)
  1. Desain & development Sistem Informasi Manajemen.
  2. Membuat program aplikasi sesuai kebutuhan.
  3. Maintenance program & modifikasi program.
  4.  Menjamin keamanan data.
  5. Maintenance & service hardware.
  6. Problem solving operasional software.
  7.  Mengendalikan setiap pembuatan/perubahan dokumen level 1 s/d 4.
  8.  Mengevaluasi impact setiap perubahan dokumen level 1 s/d 4.
  9. Mengendalikan catatan mutu.
  10.  Mempersiapkan data/laporan yang diperlukan MR.
  11. Pengendalian operasional dalam hal safety, health & environment.
  12.  Identifikasi peluang dan melaksanakan continuous improvement.
  13.  Pembuatan dan penyediaan informasi yang diperlukan internal dan external customer.
  14.  Menerbitkan CPAR jika ada keterlambatan/tidak tersedianya data dan/atau informasi yang terkait dengan order Customer.
  15.  Menjalankan abnormality rule.
  16. Membuat Business Plan departemen dan  laporan  realisasi pencapaiannya.
  17. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  18.  Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  19.  Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  20. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
D. Sales  (SLS)
  1. Menerima order baru/repeat order dari pelanggan.
  2. Mengkoordinir departemen terkait untuk mereview order dari pelanggan.
  3.  Mengkoordinir kebutuhan data/informasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan maupun data yang dibutuhkan oleh departemen terkait yang berhubungan dengan order yang diterima.
  4. Menyusun Quotation dan negosiasi ke pelanggan.
  5. Persetujuan order/kontrak dengan pelanggan.
  6. Mendistribusikan dan memastikan informasi amandemen kontrak diterima oleh departemen terkait.
  7. Melaksanakan dan mengevaluasi survey kepuasan pelanggan dan harapan pelanggan.
  8. Menerbitkan CPAR jika ada keterlambatan/tidak tersedianya data dan/atau informasi yang terkait dengan order Customer.
  9.  Menjalankan abnormality rule.
  10. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  11.  Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  12.  Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  13.  Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  14.  Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
E. Customer Support & Administration (CSA)
  1. Melakukan persiapan pengiriman.
  2. Mengendalikan pengiriman barang ke pelanggan.
  3. Menginformasikan ke pelanggan jika tidak dapat memenuhi jadwal pengiriman sesuai permintaan pelanggan.
  4. Menerima dan mencatat informasi Premium Freight bila ongkos pengiriman melebihi biaya normal.
  5. Menerima, mencatat, memonitor dan melaporkan secara periodik produk pasokan Pelanggan (material, tooling dan pallet/packaging).
  6.  Menerima claim pelanggan dan menginformasikan ke departemen QAS untuk difollow-up.
  7.  Melakukan dock audit untuk finish goods yang akan dikirim ke pelanggan.
  8. Mengendalikan pallet dan packaging.
  9.  Menerbitkan CPAR jika ada keterlambatan delivery disebabkan oleh tidak tersedianya barang sesuai jadwal dan/atau produk/jasa lain yang terkait dengan Customer.
  10.  Menjalankan abnormality rule.
  11.  Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  12. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  13.  Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  14.  Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
F. Project Management Office (PMO)
  1. Mengkoordinasi seluruh departemen dalam menjalankan project.
  2. Menerima permintaan pembuatan product design untuk produk baru dari SLS.
  3. Menetapkan project scope.
  4.  Membuat Master schedule.
  5. Membuat jadwal review dan melaksanakan review progres semua project.
  6. Merekomendasikan perbaikan atas temuan/ketidaksesuaian dari review project.
  7. Mereview perbaikan atas temuan/ketidaksesuaian dari review project.
  8.  Membuat laporan pelaksanaan project untuk Management.
  9. Menjalankan abnormality rule.
  10. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  11.  Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  12.  Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  13. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  14.  Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
G. Product Engineering (PRE)
  1. Menerima permintaan pembuatan styling design untuk produk baru dari SLS.
  2. Menerima permintaan pembuatan product design untuk produk baru dari SLS.
  3. Membuat/menyiapkan dokumen dan data engineering untuk Quotation.
  4. Memverifikasi Product Design.
  5. Mengajukan validasi Product Design ke pelanggan.
  6.  Membuat dan memverifikasi prototype produk (bila ada), spesifikasi material dan pallet/ packaging standard.
  7.  Mengajukan validasi prototype produk (bila ada), spesifikasi material dan pallet/packaging standard ke pelanggan.
  8. Membuat Master Sample, mengajukan validasi ke pelanggan dan menyimpan serta merawat Master Sample.
  9. Membuat dan memvalidasi Limit Sample untuk diserahkan ke departemen QAS.
  10.  Menerima dan melaksanakan engineering change.
  11.  Mencatat tanggal efektif, melakukan tracking dan controlling terhadap Engineering Change.
  12.  Melakukan tracking & controlling terhadap Drawing & Specification Change.
  13. Mengkoordinasikan pengujian, material maupun part, in-house atau out-house.
  14. Bersama dengan CMU melakukan Value Analysis/Value Engineering (VA/VE) guna menunjang program Cost Reduction.
  15.  Menerbitkan CPAR jika ada perubahan material/proses/produk tidak mengikuti prosedur engineering change.
  16.  Menjalankan abnormality rule.
  17. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  18. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  19. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  20. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
H. Production Preparation (PPR)
  1. Membuat estimasi tooling & checking fixture breakdown untuk departemen CMU.
  2. Menerima permintaan pembuatan tooling & checking fixture dari departemen PRE.
  3. Menerima permintaan pembuatan tooling tambahan dari departemen SLS untuk produk yang sedah berjalan.
  4. Membuat design tooling & checking fixture.
  5. Membuat, memverifikasi pembuatan tooling & checking fixture.
  6.  Bersama departemen PRE, departemen QAS dan departemen PRO memvalidasi tooling baru/modifikasi.
  7.  Bersama departemen QAS memvalidasi checking fixture baru/modifikasi.
  8.  Melaksanakan modifikasi tooling berdasarkan permintaan dari departemen PRE.
  9. Memverifikasi dan memberi identifikasi tooling & checking fixture milik pelanggan.
  10. Mengkooridinir dan melakukan "full-coordination" atas pembuatan tooling di pemasok.
  11. Membuat laporan pembuatan tooling dan kinerjanya.
  12. Menerbitkan standar perawatan tooling & checking fixture.
  13. Menerima WO dan melaksanakan repair Tooling (internal dan external).
  14. Membuat jadwal dan melaksanakan  preventive dan predictive maintenance Tooling (internal dan external).
  15. Meksanakan  predictive maintenance Tooling.
  16. Menerbitkan CPAR jika kerusakan tooling disebabkan oleh kesalahan penggunaan.
  17. Menjalankan abnormality rule.
  18. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  19. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  20. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  21. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  22. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
I. Quality Assurance (QAS)
  1.  Melakukan incoming inspection material.
  2. Memberi identifikasi status material.
  3. Menerbitan CPAR ke pemasok apabila ditemukan ketidaksesuaian persyaratan mutu dari material yang diterima.
  4. Menerima dan merawat limit sample dari departemen PRE.
  5. Membuat dan memvalidasi limit sample untuk inprocess produksi.
  6. Memvalidasi dan menerima checking fixture dari departemen PPR.
  7. Melakukan inprocess inspection.
  8. Melakukan final inspection.
  9. Memvalidasi produk First shoot pada set up baru, material lot baru dan pergantian shift.
  10. Memberhentikan produksi bila diketemukan produk Non Conforming.
  11. Memberi identifikasi status produk Non Conforming.
  12. Menerbitan disposisi ke departemen terkait dalam hal status material, produk di line produksi, produk di warehouse, produk ex retur.
  13. Melaksanakan PPAP.
  14. Melaksanakan MSA.
  15. Mengkoordinir, mendata alat ukur dan membuat jadual kalibrasi ke lembaga yang terakreditasi.
  16. Memfollow-up klaim pelanggan yang diterima dari departemen SLS maupun langsung dari pelanggan.
  17. Menerbitkan CPAR bila timbul masalah yg terkait masalah mutu material/produk yang berpengaruh pada produksi PT. DWA dan/atau pengiriman ke Customer.
  18. Menjalankan abnormality rule.
  19. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  20. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  21. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  22. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  23. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
J. Maintenance (MTC)
  1. Membuat jadual dan melaksanakan preventive maintenance mesin dan peralatan.
  2. Menerima WO repair dan melaksanakan repair mesin dan peralatan.
  3. Mencatat dan mengevaluasi setiap pelaksanaan repair mesin dan peralatan.
  4. Melaksanakan predictive maintenance mesin dan peralatan.
  5. Menginformasikan ke departemen SCM bila pelaksanaan repair dilakukan diluar jadual yang sudah dibuat.
  6. Menerbitkan CPAR jika kerusakan mesin disebabkan oleh kesalahan pengoperasian.
  7. Menjalankan abnormality rule.
  8. Melakukan pemasangan/modifikasi mesin dan/atau peralatan lama maupun baru.
  9. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  10. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  11. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  12. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  13. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
K. Production Engineering (PRO)
  1. Perencanaan sistem produksi untuk produk baru, meliputi : Membuat, merevisi PFMEA,Process Control Plan,Process Flow Chart,production lay-out,Intruksi Kerja,standar set-up mesin / tool.
  2.  Menerima, mengevaluasi, verifikasi perubahan proses.
  3.  Mengkoordinir pelaksanaan Trial.
  4. Menerima dan memverifikasi tool dari departemen PPR dan menyerahkan ke departemen Produksi.
  5. Menerbitkan CPAR jika terjadi perubahan proses tidak sesuai dengan prosedur engineering change.
  6. Menjalankan abnormality rule.
  7. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  8. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  9. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  10. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  11. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
L. Kaizen (KAI)
  1. Membuat dan/atau memberikan supervisi  program-program  improvement dalam hal productivity, quality dan safety di semua departemen dan memastikan implementasi dapat dilakukan secara efektif.
  2. Memberikan pelatihan tentang improvement dalam hal productivity, quality dan safety.
  3. Mengikuti program improvement dalam hal productivity, quality dan safety external.
  4. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada ketidaksesuaian standar proses dan implementasi yang dilaksanakan.
  5. Menjalankan abnormality rule.
  6. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  7. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  8. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  9. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  10. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
M. Production Plan & Control (PPC)
  1. Menerima sales order dan rencana kirim serta  forecast order dari departemen SLS.
  2. Mempelajari dan menetapkan kebutuhan kapasitas produksi.
  3. Membuat Jadual Produksi mingguan.
  4.  Mengelola kanban material, produksi dan produk jadi.
  5.  Setting kanban produksi harian di departemen PRD.
  6. Membuat perencanaan kebutuhan material.
  7. Memonitor dan memastikan kedatangan material lokal maupun import sesuai rencana.
  8. Setting kanban distribusi material  di departemen WHS.
  9. Memonitor hasil produksi terhadap kanban perintah produksi.
  10. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila terjadi hambatan/masalah disepanjang rantai proses mulai material receiving s/d shipping preparation yg menyebabkan kegagalan delivery produk ke Customer.
  11. Menjalankan abnormality rule.
  12. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  13. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  14. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  15. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  16. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
N. Production (PRD)
  1. Menerima dan mempelajari jadwal produksi mingguan dari departemen PPC.
  2. Menerima material dari departemen WHS.
  3. Melaksanakan proses produksi sesuai kanban produksi.
  4. Memastikan proses produksi sesuai standar yang ditetapkan.
  5. Mengidentifikasi setiap tahapan proses pada produk sesuai standar identifikasi.
  6. Melaporkan hasil produksi, WIP produksi, stok material, barang rusak/hilang ke departemen PPC.
  7.  Mencatat tanggal efektif perubahan proses maupun produk.
  8. Produk hasil first shoot dari hasil setting mesin/tool harus mendapat persetujuan departemen QAS.
  9.  Operator dapat memberhentikan produksi bila dicurigai adanya ketidaksesuaian mutu hasil produksi dan segera melapor ke atasannya. Proses produksi dapat dilanjutkan setelah mendapat persetujuan dari departemen QAS.
  10.  Melakukan packing produk sesuai standar pallet/packaging atau temporary packing yang di setujui oleh departemen QAS.
  11. Melakukan repair produk dengan mengikuti petunjuk pelaksanaan dari departemen QAS.
  12. Melakukan pengerjaan yang lebih hati-hati pada bagian-bagian produk yang merupakan special characteristic.
  13. Merawat produk di line store agar tidak terjadi penurunan mutu.
  14. Menjalankan sistem FIFO dalam penanganan produk.
  15. Apabila dipersyaratan departemen PRD akan memberi label packaging sesuai permintaan pelanggan.
  16. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila terjadi hambatan/masalah produksi disebabkan oleh material/mesin/peralatan yang menyebabkan stop line produksi.
  17. Menjalankan abnormality rule.
  18. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  19. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  20. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  21. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
O. Purchasing (PUR)
  1. Menerima dan memeriksa kelengkapan BPP/CER dari departemen penerbit untuk material produksi cash dan barang non produksi.
  2. Menerbitkan PO ke pemasok untuk barang produksi dan non produksi.
  3. Menggunakan pemasok yang ditunjuk pelanggan bila dipersyaratkan.
  4. Melakukan seleksi pemasok bersama dengan departemen QAS.
  5. Melakukan negosiasi dan menetapkan kontrak dengan supplier yang terkait dengan aspek komersial.
  6. Mengelola data supplier dan harga barang.
  7. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait dan/atau ke supplier apabila ada masalah yang berhubungan dengan aspek komersial pembelian.
  8. Menjalankan abnormality rule.
  9. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  10. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  11.  Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  12.  Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  13. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
P. Warehouse (WHS)
  1. Manerima rencana kedatangan material sesuai dengan PO/DN/WO.
  2. Menerima dan memeriksa jumlah material yang diterima disesuaikan dengan rencana kedatangan material.
  3. Menginformasikan bila ditemukan ketidaksesuaian dalam hal jumlah material maupun waktu kedatangan ke departemen PUR dan/atau SLS untuk material dari Customer.
  4. Menyimpan material yang sudah diperiksa mutu-nya oleh QAS dilokasi yang sesuai dan untuk material reject disimpan di lokasi khusus.
  5. Menyediakan tempat dan merawat material/part agar tidak terjadi penurunan mutu.
  6. Menjalankan sistem FIFO dalam penanganan material.
  7. Menyiapkan material sesuai kanban dari departemen PPC.
  8. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada masalah yang menghambat proses receiving dan penyimpanan.
  9. Menjalankan abnormality rule.
  10. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  11. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  12. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  13. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  14. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
Q. Human Resource & General Affair (HRG)
  1. Menerima permintaan kebutuhan tenaga kerja.
  2. Merencanakan dan melaksanakan proses rekruitment.
  3. Mengkoordinasi kebutuhan training seluruh departemen dan membuat jadual training.
  4. Melaksanakan dan mengevaluasi efektivitas training.
  5. Menjalankan administrasi kepersonaliaan dan pay roll.
  6. Melakukan perbaikan dan merawat kendaraan operasional perusahaan.
  7. Melakukan perbaikan dan merawat gedung/bangunan serta peralatan telekomonikasi (kantor dan pabrik).
  8.  Mengelola hubungan komunikasi telphone keluar/masuk perusahaan.
  9. Mengelola pelayanan umum (menyediakan minum, kebersihan area kerja dan lingkungan perusahaan, dan lain-lain).
  10. Mengelola satuan pengamanan perusahaan (Satpam) berserta tugas-tugasnya.
  11. Mengelola kebutuhan penggunaan Forklif dan driver-nya.
  12. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada ketidaksesuaian dalam pengunaan Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada ketidaksesuaian dalam pengunaan.
  13. Membuat dan/atau memberikan supervisi  program-program  safety, health & environment di semua departemen dan memastikan implementasi dapat dilakukan secara efektif.
  14. Memberikan pelatihan tentang safety, health & environment.
  15. Mengikuti program safety, health & environment external.
  16. Memonitor dan memastikan pelaksanaan aktivitas safety, helth dan environment diseluruh departement dilaksanakan sesuai program yang sudah ditetapkan.Mengkoordinasi team-team yang dibentuk dalam menjalankan aktivitas safety, helth dan environment.
  17. Mengelola data safety, helth dan environment untuk keperluan internal maupun eksternal.
  18. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada ketidaksesuaian pelaksanaan aktivitas safety, helth dan environment dengan program yang sudah ditetapkan.
  19. Menjalankan abnormality rule.
  20. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  21. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  22. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  23. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  24. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
R. Cost Management (CMA)
  1. Mengumpulkan, mengolah dan menyusun Estimate Manufacturing Cost sebagai salah satu input untuk pembuatan Quotation ke pelanggan.
  2. Mengumpulkan, mengolah dan menyusun Planning Manufacturing Cost dan Budget Project.
  3. Memonitor dan menginformasikan kepada Project Leader plan-actual Planning Manufacturing Cost dan Budget Project.
  4. Membuat laporan realisasi Budget Project dan Standard Manufacturing Cost.
  5. Menerima, mengolah dan menginformasikan data ke departemen yang berwenang berhubungan dengan Standard Manufacturing Cost sebagai bahan Continuous Improvement.
  6. Membuat data cost of poor quality.
  7.  Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada ketidaksesuaian standar mfg cost dan realisasi yang merugikan perusahaan.
  8. Menjalankan abnormality rule.
  9. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  10. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment
  11. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  12. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  13. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
S. Finance (FIN)
  1. Membuat perencanaan cash flow perusahaan.
  2. Mengelola cash in dan cash out perusahaan.
  3. Membuat dan mengendalikan budget.
  4. Membuat analisa keuangan untuk tujuan strategis.
  5. Mencari sumber pendanaan baik operasional maupun investasi yang diperlukan.
  6. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada masalah yang menyebabkan terhambatnya aliran cash in dan cash out perusahaan.
  7. Menjalankan abnormality rule.
  8. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  9. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  10. Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  11. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
T. Accounting (ACC)
  1. Mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan.
  2. Mengendalikan masalah perpajakan.
  3. Membuat laporan keuangan perusahaan untuk keperluan internal maupun external tepat waktu.
  4. Membuat analisa laporan keuangan.
  5. Mengelola fasilitas komputer dan jaringannya.
  6. Mengelola data elektronik perusahaan dan software-nya.
  7. Mengembangkan sistem informasi manajemen perusahaan.
  8. Menerbitkan CPAR ke departemen terkait apabila ada masalah yang menyebabkan terhambatnya proses akutansi perusahaan serta penggunaan software dan/atau hardware ang tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.
  9. Menjalankan abnormality rule.
  10. Membuat Business Plan departemen dan laporan realisasi pencapaiannya.
  11. Membuat dan/atau menjalankan program Safety, Health dan Environment.
  12. Melaksanakan Corrective & Preventive Action setiap timbul ketidaksesuaian.
  13.  Mengidentifikasi & melaksanakan Continuous Improvement.
  14. Mengendalikan dokumen dan catatan mutu.
 Demikian tugas dari masing -masing bagian dalam sebuah perusahaan,mungkin jika membaca dengan seksama,dari beberapa bagian departement terdapat istilah CPAR, adalah singkatan dari corective preventive action request,sekian terimakasih


 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 komentar: